TRUMPONOMICS

TRUMPONOMICS

LET’S MAKE AMERICA GREAT AGAIN –

….. and the hell with the rest of the world

header-2016-11-12

Tulisan saya kali ini adalah sehubungan den gan Donald Trump. Saya tidak akan mengomentari berbagai isu kontroversial, seperti isterinya ada 3, isu SARA, serta berbagai protes sesudah dia terpilih sebagai POTUS. Kita cukup focus pada urusan kita saja, yakni investasi dan trading. Emangnya ada hubungannya? JELAS ADA.

OK. Langsung saja :

Donald Trump akan meluncurkan beberapa kebijakan, yang paling berpengaruh untuk kita adalah :

1. TRUMP akan mengakhiri NAFTA dan TPP, bahkan keluar dari WTO

NAFTA = North American FREE TRADE Agreement, TPPA = Trans Pacific Partnership Agreement.

NAFTA lahir di jaman Bill Clinton, sementara TPP lahir di jaman Barrack Obama. WTO adalah World Trade Organization, juga terbentuk di tahun 1994.

Kesemuanya ini merupakan FREE TRADE Agreement sehingga impor barang dari China ke USA tidak lagi dikenakan pajak bea masuk / import duties. Free Trade Agreement ini membuat Corporate America tidak lagi memproduksi barang-barangnya di dalam negeri, mereka memproduksinya di negara lain yang memiliki upah kerja jauh di bawah standar Amarika. Akibatnya bisa dilihat, sejak 1994, tidak ada lagi barang yang berlabel ‘Made in USA’. Semuanya ‘Made in China’. Perusahan-perusahan Teknologi seperti Apple Inc., berkembang pesat dan mengalami keuntungan luar biasa dengan murahnya biaya produksi di China. Tech Company kerjanya hanya berinovasi membuat prototype. Produksinya selalu di China.

image-1-2016-11-12Namun di lain pihak, pertumbuhan tenaga kerja Amerika menjadi sangat buruk. Selama puluhan tahun jumlah tenaga kerja relatif tidak bertumbuh, turun dan stagnan.

Dengan semuanya made in China, hal ini membuat ekonomi China bertumbuh pesat. Terjadi alih teknologi, industri manufaktur di China berkembang pesat. Lihat sejak 1994, lahir perusahan-perusahan seperti Huawei, Lenovo, Xiaomi, dst.

Namun kini semuanya berubah. PESTA tersebut SUDAH BERAKHIR. Trump akan mengenakan Tarrif Impor sebesar 45% untuk barang-barang produksi China.

Hal ini akan membuat perusahan-perusahan yang tadinya mengandalkan tenaga kerja murah di China akan kembali membangun pabriknya di dalam negeri, di Amerika, sehingga mempekerjakan tenaga local. Penyerapan tenaga kerja Amerika akan meningkat kembali, Non Farm Payroll akan meningkat.

Ekspektasi peningkatan jumlah tenaga kerja akan memberikan ruang bagi The Fed yang selama ini selalu ragu-ragu menaikkan suku bunga. Dan ini berarti penguatan Mata Uang US Dollar. Penguatan Dollar secara umum berarti Bearish untuk emas (XAU).

gold-2016-11-12

Gold bearish.

Jika kebijakan ini berjalan, maka silakan perkirakan, ada berapa pabrikan China yang tiba-tiba order-nya drop drastic. GDP China akan mengalami penurunan. Begitu juga dengan Indonesia. Ekspor Indonesia yang selama ini menikmati Free Trade, zero import duties, kini terancam dikanakan bea masuk impor.

Seperti biasa pasar bereaksi cepat sekali terhadap hal-hal seperti ini :

jkse-2016-11-12

IHSG mengalami CRASH terbesarnya di tahun 2016, jauh lebih dahsyat dibanding ketakutan akibat kerusuhan 411 yang ternyata sama sekali tidak berpengaruh ke IHSG. Sederhana, 411 ngga akan ada pengaruhnya terhadap omzet perusahan, tidak ada pengaruhnya dengan pertumbuhan tenaga kerja. Namun kebijakan Trump, MENGANCAM berkurangnya omzet, meningkatnya pengangguran serta penurunan daya beli (consumer spending).

2. TRUMP’s Fiscal Policy = TAX CUT from 35% to 20%

Kebijakan Fiskal Trump adalah memangkas pajak Corporate America dari 35% menjadi 20%. Hal ini akan sangat-sangat menguntungkan Perusahan-perusahan dalam negeri yang tidak mengandalkan Impor barang dari luar negeri. Sektor Finansial misalnya. Bank-bank di Amerika dalam sekejap Laba Bersih mereka akan meningkat 15% dengan pemangkasan pajak.

xlf-2016-11-12

Charts di atas adalah Chart XLF. XLF adalah ETF (kumpulan saham) untuk saham-saham sector Finansial di AS.

Sejalan dengan Crash-nya Bursa Efek Indonesia sebagaimana yang saya tunjukkan di halaman sebelumnya, terjadi Dollar repatriation besar-besaran. Dollar repatriation adalah Bahasa keren-nya untuk US Dollar pulang kampong ke negara asalnya. Foreign Investor menjual saham di Bursa Efek Indonesia hingga lebih dari 2 T, beli USD, dan balik ke negara asal di AS, karena sekarang invest di Corporate Amerika bisa memberikan potensi yang lebih baik.

IDR tertekan hingga 13500 per dollar, dan syukurlah Bank Indonesia berhasil melakukan intervensi guna menekan pergerakn ini kembali di bawah 13300 per dollar. Kebijakan Ekonomi Trump adalah khas kebijakan Partai Republik, egoistic, mau menang sendiri. Prioritas utama Trump adalah membuat ekonomi AS secara umum bertumbuh kembali.

usdidr-2016-11-12

Hal ini lagi-lagi memberikan keleluasaan bagi Janet Yellen guna keluar dari jeratan Zero Interest Rate Policy yang dibangun The Fed sejak jaman Bernanke. Sudah sejak 2015, Yellen ingin keluar dari ZIRP, namun selalu ragu karena data pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan. Strategi Trump ini adalah memindahkan Easy Monetary Policy menjadi Easy Fiscal Policy.

Dua kebijakan Trump ini akan mengakhiri Multi Year bull Market US Treasury Bonds :

10y-tbonds-2016-11-12

Dua kebijakan Trump di atas bertujuan meningkimage-2-2016-11-12atkan pertumbuhan ekonomi Amerika, dan memberikan ruang bagi The Fed untuk keluar dari Zero Interest Rate Policy. Trump menginginkan Stronger NFP, Stronger US economic Growth, Stronger Corporate Income, Stronger US Dollar, walaupun semuanya itu mengakibatkan peningkatan pengangguran di belahan dunia lain.

Ini sesuai dengan semboyan Trump yang menurt saya kurang lengkap, lengkapnya seharusnya : “Let’s make America Great Again” – and The Hell with the rest of the world.

Sekian dulu, semoga bermanfaat.

Sukses selalu,

HARY SUWANDA

 



2 Komentar

Tinggalkan Balasan