TRUMPONOMICS 2

TRUMPONOMICS (2)

THE RISKS

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya TRUMPONOMICS – “Let’s make America Great Again – the Hell with the rest of the World”.

Sebagai kepala negara Super Power, seorang image-1POTUS memang punya kuasa buat melakukan berbagai hal termasuk merobek-robek Perjanjian Kerjasama yang usianya sudah puluhan tahun. Namun tetap saja segala keputusan punya dua sisi. Contoh demokrasi, jika kita menganut demokrasi, maka konsekuensinya adalah 1) kita BERHAK memilih calon Presiden kita, 2) kita WAJIB menghormati hasil proses demokrasi tersebut, kendatipun hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita. Jaman sekarang banyak orang cuman mau hak-nya saja namun tidak mau kewajibannya.

Sepanjang hari saya berusaha berpikir apa konsekuensi yang harus dipikul Amerika atas kebijakan-kebijakan yang diambil Donald Trump?

(Catatan : Segala perhitungan di bawah adalah perhitungan kasar saya. Saya belum menerima data lengkap. Trump berencana akan menguraikan Economic Plan-nya pada hari Senin 14 Nov 2016)

1) PEMBATALAN FREE TRADE

Jika Trump ngotot akan melakukan hal ini, dan nampaknya demikian, maka akan terjadi Global Trade War. Pemerintah China, bersama-sama dengan Pemerintah RI dan negara-negara Asia lainnya misalnya bisa saja menaikkan Bea Masuk impor atas produk-produk Made in USA.

Produk-produk yang diekspor ke Amerika bisa mengalami kenaikan harga jual, mengakibatkan terjadinya inflasi. Dan inflasi di atas 2% akan semakin mendorong The Fed guna menaikkan suku bunga.

Dari data WITS, total impor US di tahun 2015 adalah USD 2.3 Trilyun. Jika ini semua dikenakan pajak 45%, diasumsikan tidak ada penurunan volume, maka Pemerintah Federal akan menerima pemasukan pajak sebesar USD 1 Trilyun.

2) PEMANGKASAN PAJAK HINGGA 20%

Dari data Tax Policy Center, estimasi penerimaan Pajak AS 2016 adalah sekitar USD 2.1 Trilyun. Terjadi pemangkasan pajak dari mula-mula 35% menjadi hanya 20%, berarti akan terjadi penurunan penerimaan sekitar : 43% (15%/35% = 0.43), atau sekitar USD 903 juta, hampir mendekati USD 1 Trilyun.

Dari data ini bisa dilihat bahwa yang dilakukan Trump adalah menaikkan Bea Masuk Impor dan menggunakan penghasilan dari sana untuk memangkas Corporate & personal Income Tax.

Jika misi Donald Trump ini berhasil maka sisi baiknya adalah consumer spending meningkat, namun di pihak lain peningkatan consumer spending selalu berakibat peningkatan inflasi.

3) PENINGKATAN BELANJA NEGARA USD 300 Milyar UNTUK INFRASTURKTUR dan USD 500 MIlyar UNTUK PERTAHANAN

image-2Peningkatan belanja negara juga akan meberikan daya dorong terhadap pertumbuhan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Namun sama dengan efek samping kedua kebijakan sebelumnya, inflasi akan meningkat.

Resikonya adalah : Jika upaya Trump ini ternyata tidak berhasil mengangkat pertumbuhan tenaga kerja, maka Amerika akan kembali terjebak pada satu situasi dimana inflasi sudah kadung tinggi namun pertumbuhan ekonomi tidak sesuai yang diharapkan. GDP Amerika tetap lemah, salah satunya akibat dari Trade War dengan belahan dunia lain, negara-negara lain akan memberlakukan pajak bea masuk yang tinggi terhadap produk-produk buatan AS.

Jika ini yang terjadi maka yang paling susah terjepit di antara Inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang tetap lemah adalah The Fed. Di dalam dunia ekonomi kondisi ini dikenal dengan istilah Stagflation.

Masih ada banyak pertanyaan yang memang belum jelas / belum dijelaskan oleh Donald Trump, rencananya baru akan dijelaskan pada dalam beberapa hari ke depan. Jadi sementara nungguin Trump Economic Plan sebaiknya anda lihat-lihat foto2 anak-anaknya saja dulu ya….  😀

image-3 image-4

By : Hary Suwanda



1 Komentar

Tinggalkan Balasan