Ekonomi Lesu, IHSG Terkonfirmasi Koreksi

Analisis IHSG 10 April 2017 oleh Adikamaks

Bursa perdagangan IHSG pada minggu lalu sempat mencatatkan penguatan hingga ke level harga 5680.24 dan ditutup pada Jumat kemarin di level harga 5653.49. Seperti yang telah kita ulas pada tulisan kami yang berjudul “ Aksi Beli IHSG telah mencapai titik jenuh bulanan, waspadai koreksi” saat ini harga terkonfirmasi untuk melakukan koreksi dikarenakan ekonomi dalam negeri yang cenderung lesu pada semester pertama ini. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) kembali merangkak naik ke kisaran 3 persenan sejak awal tahun ini. Padahal, rasionya sempat membaik ke level 2,93 persen pada penutupan tahun lalu. Rendahnya kegiatan ekonomi membuat penyaluran kredit masih terbatas.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon pun mengakui bahwa dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan kredit masih di bawah 10 persen. Ini artinya, di bawah target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun ini yang sebesar 9-12 persen. Namun, dia memperkirakan kredit akan tumbuh double digit pada Semester II 2017. Kokohnya pondasi ekonomi dalam negeri tercermin dari naiknya cadangan devisa dari semua sebesar USD 119,9 miliar menjadi USD 121,8 miliar. Dari sisi inflasi, ekonomi Indonesia tercatat deflasi 0,02 persen pada Maret karena ada panen sehingga ada perbaikan dari sisi harga pangan (volatile food).

Jika kita mengamati chart IHSG pada timeframe weekly berikut ini, harga saat ini belum berhasil break up area level resistance 5631.16-5750.09. Harga telihat mengalami pullback dari level tersebut.

Analisis IHSG 10 April 2017 oleh Adikamaks

Saat kita zoom in view kita dengan memperhatikan timeframe D1, potensi pelemahan atau koreksi IHSG berada pada kisaran level harga 5576.70 level tersebut merupakan batas pertama penurunan harga.  Batas ke dua dari IHSG jika akan melemah berada pada kisaran level harga 5479.39

Analisis IHSG 10 April 2017 oleh Adikamaks



1 Komentar

Tinggalkan Balasan