Support Pertama S&P 500 Diuji Harga, Pullback atau Break Down?

Sepanjang perdagangan minggu lalu S&P 500 diperdagangkan di dalam zona merah. Harga diperdagangkan melemah sebesar 1.13% semenjak pembukaan market 10 April 2017. Proyeksi harga masih mencerminkan penurunan, hal ini karena faktor fundamental dari AS yang belum stabil. Apalagi pasca Trump bertindak  cukup agresif dalam merespon aksi di Suriah dan ke aksi uji coba nuklir oleh Korea Utara menjadikan geopolitik saat ini belum kondusif untuk memasukkan investasi ke instrumen berisiko seperti saham. Para investor cenderung mengamankan dana mereka ke logam mulia.

Kenaikan S&P 500 semakin diperberat oleh insiden United Airline dimana harga setelah insiden terjadi pembukaan induk harga saham United Airline terjun sampai 4%, walaupun pada hari berikutnya sempat rebound 2.6%. Untuk saham-saham sektor energi yang sempat menghijau kembali diperdagangkan netral setelah harga crude oil tidak meneruskan penguatan di atas level harga 56.79 dolar per barel.

Menurut psikologi, saat ini, harga S&P 500 sedang diperdagangkan di harga support 2322.1-2318.6. Jika harga tidak mampu break down sampai pertengahan minggu ini, besar kemungkinan harga akan kembali menguat menuju kisaran 2341.4 sebagai target penguatan pertama.

Analisis S&P 500 17 April 2017 oleh Adikamaks



Tinggalkan Balasan