IHSG Gagal Mencetak Rekor Baru

Hari Jumat tanggal 19 Mei 2017 IHSG ditutup dengan rekor penutupan tertinggi dalam sejarah sempat naik ke level 5.825 sebelum akhirnya ditutup di 5.791,88. Kenaikan Index Harga Saham Gabungan dikarenakan pengumuman kenaikan rating oleh Standard and Poor’s (S&P) disambut positif oleh pasar. Dengan adanya kenaikan rating tersebut maka potensi masuknya dana asing ke Indonesia menjadi lebih tinggi. Aliran dana ini bisa berbentuk investasi langsung maupun investasi portofolio, apalagi yield obligasi di Indonesia masih memiliki return yang menarik.

Pada saat pembukaan IHSG hari ini, IHSG menjajal kembali rekor harga tertinggi sempat menyentuh level 5.858. Tetapi pada saat penutupan sesi pertama indeks harus puas dengan kenaikan 23,12 point atau hanya 0,4% menjadi 5.815. Delapan dari sepuluh sektor mengalami penguatan dimana sector industri naik sebesar 1.7% dan industri dasar hanya 1.22%.

(Grafik IHSG melonjak karena rating S&P)

Tetapi pada saat sesi penutupan hari ini IHSG terkoreksi turun dimana ditutup 0.73% atau 42.439 poin ke level 5.749,445. Enam dari 10 indeks sectoral yang menyeret IHSG turun. Sektor barang konsumsi yang memimpin penurunan sebesar 2,51%, sementara itu sektor kontruksi paling tinggi penguatannya 1.13%.



Tinggalkan Balasan