Indeks Dollar US Masih Terus Tertekan

Nilai dollar US masih cenderung melemah. Dollar masih terus ditekan oleh berbagai faktor. Trend mayor masih menunjukan bearish yang kuat secara weekly. Di sisi lain pola grafik daily juga menunjukan terjadinya gap down. Pada 17 Mei 2017 indeks dollar US mengalami gap down kedua, mengikuti gap down 24 April 2017 yang terjadi sebelumnya. Memang gap down ini lebih sempit dibanding jarak gap yang terjadi sebelumnya. Secara teoritis, gap down menunjukan adanya tekanan jual yang kuat. Dan jarak gap itu menjadi suatu resistance bagi grafik. Gap down sama sekali tidak disentuh lagi oleh candle. Lagipula baik grafik harian maupun bulanan, keduanya menunjukan downtrend.

Di sisi lain, bila kita tarik Fibonacci Retracement pada grafik weekly, tampak bahwa candle weekly bergerak di area Fibonacci 50%. Beberapa minggu sebelumnya candle telah berhasil break down Fibonacci 23% di level 101. Secara teoritis, bila Fibonacci 23% tertembus, maka grafik akan bergerak terus sampai menyentuh (bahkan bisa saja menembus) level Fibonacci 61%. Untuk minggu ini, indeks Dollar US sudah berada di dekat Fibonacci 61%. Besar kemungkinan bahwa candle weekly akan turun ke bawah sampai menyentuh level Fibonacci tersebut. Apakah grafik akan berlanjut bearish setelah itu? Tentu kita tak tahu 100%. Namun melihat candle berada di dekat area support, bisa saja candle akan mengalami pullback ke atas untuk beberapa minggu ke depan. Setelah itu indeks akan melanjutkan downtrend-nya. Ketidakpastian ini mengikuti keraguan pasar akan hasil sidang FOMC yang mana akan berlangsung di hari Malam Kamis, dini hari.

Weekly Chart Indeks Dollar US (DXY) berada di dekat Support, terjadi keraguan market

Daily Chart Indeks Dollar US (DXY) berpotensi melemah



Tinggalkan Balasan