Indeks S&P 500 Tampak Kehabisan Tenaga

Sudah berminggu-minggu Indeks S&P 500 mengalami penguatan. Grafik indeks S&P 500 weekly menunjukan bullish yang dominan. Kekuatan pembeli ini bahkan membuat ressistance di level 2.401,5 berhasil ditembus. Sejak munculnya ressistance tersebut pada candle 27 Februari 2017, grafik cenderung melemah. Pelemahan yang berlangsung selama 6 minggu itu akhirnya dibatalkan oleh terjadinya rising window pada 24 Juni 2017. Namun sekarang investor perlu lebih waspada. Tampak pada 4 minggu ke belakang ini indeks S&P 500 mulai kehabisan tenaga. Konsolidasi pasar sudah terjadi sejak tanggal 5 Juni 2017 sampai sekarang.

Grafik weekly Indeks S&P 500 masih menunjukan bullish

Grafik daily Indeks S&P 500 masih ada di area sideways

Lalu bagaimana dengan timeframe yang lebih kecil? Indeks S&P 500 pada grafik harian mengkonfirmasi grafik mingguan. Gap down berhasil ditembus pada 24 Mei 2017. Bahkan sebelum itu terjadi indeks telah mengalami banyak gap up kecil, yakni sejak 19 sampai 25 Mei 2017. Hal ini menunjukan kekuatan bullish yang masih dominan pada indeks S&P 500. Namun, setelah itu gerakan seolah sudah kehabisan tenaga. Indeks mengalami konsolidasi dan bergerak terbatas di area support ressistance level 2.419,4 – 2.443,7. Terjadinya sideways ini bahkan juga ditunjukan oleh grafik mingguan. Mempertimbangkan bahwa uptrend indeks S&P 500 ini sudah berlangsung lama, dan adanya indikasi pelemahan trend baik pada grafik weekly dan daily, investor perlu waspada. Lebih aman bagi kita untuk wait and see lebih dulu. Setelah support ressistance berhasil ditembus, barulah kita bisa lebih percaya diri untuk membuka posisi trading. Tak lupa, kita perlu melengkapi diri dengan money management dan lot sizing yang baik.

 



Tinggalkan Balasan