Indeks S&P 500 Berpotensi Mengalami Terjun Bebas

Sejak November 2016 Indeks S&P 500 memberikan optimisme yang tinggi kepada para pelaku pasar. Pasar melaju dalam trend bullish selama lebih dari 6 bulan. Akhirnya sekitar 29 Mei 2017, grafik mulai menunjukan adanya konsolidasi pasar. Sudah 5 minggu ke belakang, indeks S&P 500 mengalami sideways. Hal ini tampak jelas pada grafik mingguan. Konsolidasi pasar setelah trend bullish yang lama, berarti adanya potensi pembalikan arah. Namun apakah betul bahwa Indeks S&P 500 itu akan mengalami terjun bebas dalam waktu dekat?

Grafik weekly Indeks S&P 500 menunjukan bullish market yang telah jenuh

Grafik daily Indeks S&P 500 menunjukan adanya gap down

Hal itu tak akan bisa kita pastikan 100%. Namun satu cara untuk mengkonfirmasi hal itu adalah dengan menganalisa grafik di timeframe lainnya. Bila kita menggunakan grafik timeframe harian, ada satu petunjuk yang penting untuk dipertimbangkan para pelaku pasar. Indeks S&P 500 mengalami falling window pada tanggal 6 Juli 2017. Hal yang biasa disebut juga sebagai gap down itu menunjukan adanya lonjakan kekuatan jual di pasar. Gap down itu menciptakan sebuah garis resistance pada level 2430.8. Garis itu bisa sebagai acuan trading dalam validasi downtrend yang berpotensi terjadi setelah munculnya gap down.

Mengingat pasar sudah uptrend dalam jangka panjang, lalu dilanjutkan dengan konsolidasi selama 5 minggu, maka sangat mungkin gap down itu akan valid. Pasar akan berbalik arah dari bullish menjadi bearish. Indeks S&P 500 berptensi akan mengalami terjun bebas. Secara teknikal potensi itu berpeluang cukup tinggi.



Tinggalkan Balasan