IHSG Masih Mampu Berpeluang Menguat, Walapun Investor Asing Melepas Saham

Indeks Harga Saham Gabungan masih mampu berpeluang menguat pada perdagangan saham selama satu minggu. Penguatan ini didukung oleh saham-saham yang termasuk indeks saham LQ45, yang berisi saham-saham paling likuid di bursa. Namun aksi jual investor asing masih berlanjut, tercatat aksi jual investor asing mencapai US$ 225 juta.

Di pasar surat utang atau obligasi naik 0,63 persen secara mingguan usai pernyataan agresif dari petinggi Bank Sentral Amerika Serikat dan Eropa. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun 24 basis poin secara mingguan menjadi 6,9 persen. Aksi jual senilai US$ 791 juta pun terjadi di pasar obligasi.

Penguatan IHSG juga didorong oleh data realisasi anggaran Semester I 2017 yang mana menjadi perhatian para pelaku pasar. Pemerintah melaporkan bahwa ila defisit anggaran mencapai 1,29 persen pada semester I 2017 atau lebih rendah dari semester I 2016 sebesar 1,82 persen. Pendapatan negara mencapai 41 persen per semester I 2017 dari target 2017. Selain itu, penerimaan pajak pajak mencapai 38 persen dari target penerimaan pajak. Sedangkan belanja negara mencapai 42 persen dari target 2017. Selain itu, rilis data kinerja keuangan emiten Semester I 2017 juga mulai menjadi perhatian. Salah satu kinerja emiten yang telah dipublikasi yaitu dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dimana kinerjanya berhasil mencapai target korporasi.

Adapun kisaran pergerakan IHSG hari ini diperkirakan berada pasa level 5.718 hingga 5.815.



Tinggalkan Balasan