IHSG Cenderung Datar karena Minimnya Sentimen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mendatar dalam sepekan ke depan. Minimnya sentimen membuat laju IHSG cenderung tak bertenaga. Pelaku pasar tengah mencermati kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed). Sebab itu, investor masih hati-hati dalam mengambil keputusan akumulasi saham, pelaku pasar juga memperhatikan kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.

Disisi lain kita harus mencermati saham-saham sektor perkebunan berpeluang menguat. Hal itu dipengaruhi oleh kenaikan harga crude palm oil (CPO). Karena harga CPO lagi naik dan harga sahamnya belum naik. Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham industri dasar naik 2,82 persen sehingga angkat IHSG. Disusul sektor saham perdagangan naik 1,52 persen dan sektor saham manufaktur mendaki 0,43 persen. Sedangkan sektor saham pertanian susut 2,16 persen. Diperkirakan IHSG bergerak pada support 5.750. Kemudian resistance di level 5.900.



Tinggalkan Balasan