Dolar Berhasil Kuat Melawan Buruknya Rilis Data Ekonomi

Dollar AS dan produk-produk aset berisiko berpeluang untuk menguat dalam jangka pendek di tengah meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi resesi ekonomi Amerika Serikat dengan para pelaku pasar perhatiannya akan tertuju pada pidato presiden European Central Bank Mario Drgahi yang dijadwalkan pada pukul 15:00 WIB.

Selanjutnya fokus pasar perhatiannya akan tertuju pada neraca perdagangan AS pukul 19:30 WIB untuk mengetahui tingkat kesehatan ekonomi AS dibalik masih berlangsungnya perang dagang dengan China serta perilisan data cadangan minyak mentah oleh Energy Information Administration (EIA) pada pukul 21:30 WIB setelah pada American Petroleum Institute (API) melaporkan adanya kenaikan cadangan
minyak mentah pada pekan lalu.
Perilisan data keyakinan konsumen AS yang dirilis pukul 21:00 WIB akan menjadi fokus utama pasar pada hari ini yang akan menjadi petunjuk bagi tingkat kesehatan ekonomi AS.

Jika data menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari estimasi 132.1, berpeluang menopang penguatan dollar AS, begitu juga sebaliknya.

Sebelumnya fokus pasar akan tertuju pada pidato anggota FOMC Charles Evans dan pidato anggota MPC Ben Broadbent untuk petunjuk kebijakan moneter Federal Reserve AS dan Bank of England.

Setidaknya beberapa saat lalu posisi dolar AS akhirnya berhasil menguat terhadap semua rival utamanya meskipun mendapat serangan kuat dari buruknya rilis data ekonomi yang cukup major.

Sebelum penutupan indeks dolar sempat mencapai puncak tinggi dalam 1-1/2 pekan
Indeks dolar yang menunjukkan posisi kekuatan dolar AS terhadap rival-rival utamanya di pasar forex ditutup menguat 0,14 persen ke posisi 96.81 setelah dibuka pada awal sesi Asia di posisi 96.53. Indeks sempat menyentuh posisi tinggi di 96.84 dan titik rendah di 96.45.

Kekuatan dolar AS mendapat sumbangan dari kenaikan imbal hasil obligasi seperti obligasi tenor 10-tahun yieldnya naik dalam kisaran ketat 2,40% dan 2,45% setelah penurunan besar dimulai Jumat lalu. Demikian juga imbal hasil obligasi tenor 2-tahun meningkat pada kisaran 5 bp antara 2,25% dan 2,30%. Sedangkan tekanan datang dari rilis beberapa data ekonomi AS yang mengecewakan.

Departemen Perdagangan merilis laporan yang menunjukkan mundurnya konstruksi perumahan baru pada bulan Februari, dengan indeks merosot 8,7 persen ke tingkat tahunan 1,162 juta pada Februari setelah melonjak 11,7 persen ke tingkat revisi 1,273 juta pada Januari. Selain itu izin bangunan juga turun 1,6 persen ke tingkat tahunan 1,296 juta pada Februari setelah turun 0,7 persen ke tingkat revisi 1,1317 juta
pada Januari.

Kemudian data yang paling kuat mempengaruhi sentimen yaitu laporan dari Conference Board menunjukkan penurunan tak terduga dalam kepercayaan konsumen di bulan Maret.

Indeks turun menjadi 124,1 pada Maret setelah melonjak menjadi 131,4 pada Februari.
Untuk pergerakan selanjutnya Indeks Dollar diperkirakan secara teknikal indeks akan berada di posisi support 96.54-96.32.

Namun jika bergerak positif kembali akan naik ke kisaran resisten di 96.85-97.30.



Tinggalkan Balasan