Indeks S&P 500 Cetak Rentetan Pelemahan Terpanjang Tahun Ini

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau agak mixed dan melemah di akhir pekan di tengah kekhawatiran pasar terhadap prospek melemahnya ekonomi global bahkan risiko resesi dunia, dengan S&P 500 membukukan loss harian terburuknya sejak Januari.

Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 25498.14, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26236 dan 26535, sementara support di level 24878 dan 24321. Index S&P 500 minggu lalu masih menguat ke level 2854.40, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2894 dan 2939, sementara support pada level 2787 dan 2722.

Indeks S&P 500 berakhir turun tipis setelah berfluktuasi akibat terbebani kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup turun 0,08% atau 2,35 poin di level 2.798,36 dan indeks Nasdaq Composite turun 0,07% atau 5,13 poin di level 7.637,54. Meski demikian, indeks Dow Jones Industrial Average mampu berakhir naik tipis 0,06% atau 14,51 poin di level 25.516,83.

Ketiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) tersebut sempat bergerak antara teritori positif dan negatif sepanjang sesi perdagangan, ketika investor mencermati pasar obligasi AS.

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun turun ke level terendahnya sejak Desember 2017, sedangkan kurva imbal hasil berinversi lebih lanjut saat investor terus mencermati komentar dovish The Fed. Pekan lalu, Gubernur The Fed Jerome Powell menyampaikan komentar yang mengindikasi rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut untuk menunda kenaikan suku bunga tahun ini.

Ini tampaknya mengkonfirmasi sikap dovish The Fed sekaligus mendatangkan kekhawatiran baru tentang perlambatan negara adidaya tersebut. Kurva imbal hasil yang berinversi, jika bertahan, dipandang sebagai indikator bahwa resesi kemungkinan akan terjadi dalam satu hingga dua tahun. Indeks finansial S&P 500 pun berakhir turun 0,4%, penurunan hari kelima berturut-turut sekaligus rentetan penurunan terpanjangnya tahun ini.

“Kini setiap orang memgkhawatirkan tentang resesi dan suku bunga yang lebih rendah. Jadi ini mempengaruhi sentimen,” ujar Eric Kuby, chief investment officer di North Star Investment Management Corp.

Di sisi lain, Dow Jones mampu naik didorong penguatan saham Boeing Co. sebesar 2,3% setelah produsen pesawat terbang ini mengatakan akan memberi pengarahan kepada pilot dan regulator penerbangan mengenai pembaruan peranti lunak dan pelatihan untuk model 737 MAX-nya pekan ini.

Maskapai penerbangan Ethiopian Airlines dan Qatar Airways menyatakan kepercayaannya pada perusahaan itu terlepas dari kecelakaan fatal baru-baru ini. Sementara itu, saham Apple yang turun 1,2% menjadi penekan terbesar pada ketiga indeks. Produsen iPhone ini baru saja meluncurkan layanan streaming konten asli Apple TV+ dan layanan berlangganan Apple TV Channels.



Tinggalkan Balasan